Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tuntutaan

LAPORAN RESMI DARI KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB) WILAYAH TIMIKA TERKAIT PENOLAKAN DENGAN TEGAS HARI ANEKSASI 1 MEI 1963.

Gambar
Knpb Timika News_____Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika dan Parlemen Rakyat Daerah Mimika (PRDM) bersama semua Elemen dan Komponen Rakyat Bangsa Papua yang ada di kota Timika melakukan kegiatan penolakan Hari ANEKSASI ILEGAL yang pernah mengorbankan HAK Hidup Orang Papua di atas Tana kami sendiri pada 1 Mei 1963 demi kepentingan Hawa Nafsu (Ekonomi Freeport)Amerika,Indonesia dan PBB sendiri kegiatan tersebut di laksanakan di Kontor OPM (KNPB-PRD) Timika Jln Freeport Lama Bendungan, Senin 1 Mei 2017. Kegiatan tersebut, diarahkan Oleh Koordinator Lapangan yaitu Tn. YANTO AWERKION, dan Ibadah singkat yang di Pimpin Oleh Bpk. Gembala BENNY KAYAME yang diambil dalam Kitab Injil Matius 7:6 (KNPB adalah Mutiara yang Hidup). Lanjut dengan Doa Lintas Bangsa Anak Negeri West Papua yang di pimpin langsung Oleh Pdt. DESERIUS ADII S.Th dengan beberapa pokok Doa Yakni yang Pertama Rakyat Papua menolak dengan tegas Hari Aneksasi 1 Mei 1963 adalah ILEGAL, Kedua berdoa Agar Pimpinan ULMW...

Sejarah Pepera, Utusan PBB Kecewa Atas Keputusan Pepera

Gambar
Perang suku di Papua adalah (devide et impera), yang dibangun oleh indonesia untuk menutupi akar masalah PAPUA, Karena masalah Papua dalam Indoneisia yang belum selesai, akar masalah Papua yang belum selesai yaitu pelanggaran Hak Asasi Manusia pada saat PEPERA 1969, A. HASIL PEPERA 1969 DALAM DOKUMEN PBB ANNEX I, A/7723. Dr. Fernando Ortiz Sanz, perwakilan PBB, yang berada di Papua untuk mengawasi pelaksanaan penentuan pendapat rakyat tahun 1969, dalam laporanya menyatakan penyesalan karena pemerintah Indonesia tidak melaksanakan sesuai isi perjanjian New York XXII (22)tentang hak-hak dan kebebasang orang Papua. Laporan Ortiz Sanz dalam siding umum PBB bulan sebtember 1969 sebagai berikut:“saya dengan menyesal harus menyatakan keberatan-keberatan saya tentang pelaksanaan Pasal XXII (22) perjanjian New York, yang berhubungan dengan hak-hak termasuk hak-hak kebebasan  berbicara, kebebasan bergerak, kebebasan berkumpul, penduduk asli” (dokumen PBB, Annex I, A/7723, Paragraph 251, hal....

Sejarah Aneksasi Bangsa Papua Kedalam NKRI

Gambar
10 juta orang Terbunuh sejak NKRI di Tanah Papua Manusia Papua yang tersisa hari ini 1,8 juta jiwa orang dan terus terjadi pembunuhan melalui senjata, penculikan, keracunan dan penciptaan konflik horisontal dan lain sebagainya. Pernyataan Bungkarno dan Hatta soal Papua Barat puluhan Tahun silam....!silahkan di baca di lembar selanjutnya. “kami tidak butuh manusia kalau mau merdeka silahkan kalia pergi pasifik atau bilang orang amerika antar kalian tinggal di bulan kami perlu hanya tanah mu” Pembasmian manusia bergulir semakin nyata pernyataan seorang panglima TNI dijayapura pada tahun 70-an Akibat pencaplokan West Papua oleh Indonesia sebagai bagian dari wilayah negaranya didasarkan atas alasan sejarah. 10 jutah jiwa terbunuh, sementara aksi pencablokan itu sendiri kini telah menjadi sejarah yang harus dipelajari dan di pahami untuk dapat memetakan persoalan secara obyektif, yang kemudian di lanjutkan dengan aksi pencarian solusi yang terbaik bagi penyelesaian status politik wilayah Pa...